beranda

RAPAT KOORDINASI : Rapat koordinasi tim biennale jateng #2 2018 yang dihadiri panitia penyelenggara, Komunitas Pewarta Perupa Jawa Tengah (KP2JT), Disporapar Jateng, BPK2l, Disbudpar Semarang, kurator, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, di Hotel Star, Jalan MT Haryono, Kamis (25/1).

logo

Biennale
Jawa Tengah Kedua
Digelar
Oktober 2018
Usung "The Future of History"

Tim penyelenggara pameran seni rupa dua tahunan, Biennale Jateng 2018 melakukan rapat koordinasi di Hotel Star Semarang, Kamis (25/1). Kegiatan yang digelar kali kedua ini dijadwalkan dilaksanakan Oktober 2018.

Adapun tim penyelenggara antara lain Djuli Djatiprambudi dan Wahyudin sebagai kurator, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Komunitas Pewarta Perupa Jawa Tengah (KP2JT), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Semarang, Semarang Contemporary Art Gallery, dan Suara Merdeka. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh 29 orang.

"Biennale itu suatu pertaruhan kota, martabat kota. Indonesia itu terbanyak menyelenggarakan biennale. Ada sekitar 16 kegiatan. Di Indonesia, baru dua biennale yang diakui agenda internasional, yakni Yogyakarta dan Jakarta," kata Kurator Biennale Jawa Tengah #2 2018, Wahyudin. Dia menjelaskan, Biennale Jateng #2 2018 seharusnya mempunyai upaya membangun pencitraan lebih kuat.

Kegiatan yang baru sekali dilakukan tersebut masih belum mempunyai kekuatan tinggi di konstelasi seni rupa Indonesia. ‘’Tema tahun ini adalah ‘The Future of History,’’ungkapnya. Kurator lainnya, Djuli Djatiprambudi menerangkan acara pararel untuk mendukung Biennale Jateng #2 2018 akan segera dilaksanakan.

Tim Khusus
Tim khusus dibentuk untuk mengelola kegiatan pendukung. ‘’Sebagai kegiatan yang mempromosikan acara utamanya, Biennale Jateng #2 2018,’’papar Djuli. Kasubdit Seni Rupa, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pustanto memberi apresiasi terhadap inisiator Biennale Jateng yang merupakan dari masyarakat dan komunitas. Saat ini pihaknya menyoroti pembentukan platform yang bisa dikelola bersama.

Perwakilan Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Shita menuturkan, kebutuhan selain tempat yang bisa dikoordinasi dengan pihaknya harus segera didiskusikan. BPK2L siap mendampingi untuk penyelenggaraan Biennale Jateng #2 2018.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Semarang, Siky Handini mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan juga harus memperhatikan tentang revitalisasi Kota Lama yang dijadwalkan selesai 2018.

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Trenggono memandang Biennale Jateng juga berguna untuk melakukan 'branding' terhadap Jawa Tengah. Kerja bersama dan menjalankan tugas pokok serta fungsi masing-masing menjadi hal utama.

Menurut perwakilan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Budi, jika Biennale Jateng hendak dikelola dalam bentuk yayasan, harus mulai dipersiapkan. Sebab, penggalangan dana dari pemerintah membutuhkan persyaratan yang harus dipenuhi.

Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi menyarankan forum koordinasi serupa sebaiknya dilakukan secara rutin. Tim khusus untuk menggarap promosi acara perlu dipersiapkan supaya menjadi trending topic. (akv-58)

img

Focus Group Discussion

Seni Rupa Menjadi Unggulan Ekonomi Kreatif Jateng

Focus Group Discussion (FGD)

MAGELANG - Pameran seni rupa dua tahunan, ”Biennale Jawa Tengah #2 2018” terus dipersiapkan. Para penyelenggara dan pihak terkait menggelar Focus Group Discussion (FGD) di rumah pemilik OHD Museum, Oei Hong Djien, Jalan Pangeran Diponegoro No 74, Magelang, Sabtu (24/2).

Kegiatan yang digelar kali kedua ini dijadwalkan dilaksanakan Oktober 2018 dengan tema ”The Future of History” di Kota Lama, Semarang.

”Ini FGD kedua, kali pertama digelar di Hotel Star Semarang. Terkait Biennale Jateng, perlu merumuskan dan mempertajam yang sudah dibahas selama ini. Suara Merdeka sendiri mempunyai FGD yang biasanya membahas politik.

Read More